Bomber AC Milan Tolak Makan Gaji Buta

24 views

Bomber AC Milan Tolak Makan Gaji Buta - Bomber AC Milan, Mario Mandzukic, menolak untuk makan gaji buta setelah tidak banyak berkontribusi dan tidak kunjung jadi monster di San Siro. Mario Mandzukic direkrut AC Milan pada Januari 2021 dengan status bebas transfer setelah memutus kontrak dengan klub asal Qatar, Al-Duhail. Bomber berusia 34 tahun itu terikat kontrak selama 6 bulan oleh AC Milan dengan opsi perpanjangan satu tahun. Pada awal kedatangannya, Mandzukic mengungkapkan tekadnya untuk menjadi monster di San Siro layaknya Zlatan Ibrahimovic.

"Dia (Ibrahimovic) masih monster di lapangan dan saya akan mencoba untuk menjadi yang sama," kata Mandzukic pada Januari lalu.

"Saya pikir kami akan melakukannya dengan sangat baik bersama-sama," tambahnya.

Namun, fakta bahwa dia tidak merumput selama 10 bulan tampaknya berpengaruh besar pada kondisi striker asal Kroasia itu. Alih-alih menjadi monster di lapangan, Mandzukic justru tidak mampu memberi banyak kontribusi karena cedera. Mandzukic baru bermain sebanyak lima kali dan belum mencetak satu gol pun untuk AC Milan sejak didatangkan ke San Siro.

Menurut statistik Transfermarkt,dia baru bermain dalam 158 menit yang terbagi dalam 4 pertandingan Liga Italia dan satu Liga Europa. Mandzukic baru kembali ke skuad dalam kemenangan 3-1 atas Parma pada 10 April lalu, tapi dia hanya menghangatkan bangku cadangan.

Sadar akan sedikitnya kontribusi untuk klub, Mandzukic pun menolak untuk menerima gaji buta. Menurut laporan kantor berita Italia, ANSA, Mandzukic menolak menerima gaji untuk bulan Maret karena sama sekali tak bermain. Keputusan mantan striker Bayern Muenchen ini pun mendapatkan pujian dari Presiden AC Milan, Paolo Scaroni. Paolo Scaroni juga mengungkapkan bahwa AC Milan akhirnya menyumbangkan gaji Mandzukic yang senilai 300 ribu euro (Rp5,2 miliar) itu untuk yayasan klub.

"Suatu sikap yang luar biasa" kata Scaroni.

"Ini menunjukkan etika dan profesionalisme Mario Mandzukic dan rasa hormatnya kepada Milan." lanjutnya.

"Klub dengan demikian akan memiliki kesempatan lebih mendukung Yayasan Milan untuk proyek-proyek yang mendukung kaum muda dalam kondisi ekonomi dan pendidikan yang rapuh, di mana olahraga adalah alat untuk inklusi sosial," katanya lagi.

Mandzukic sendiri sebenarnya merupakan pemain dengan segudang prestasi. Secara total, pemakai nomor punggung 9 di AC Milan ini telah mencicipi 23 trofi sepanjang kariernya. Sebelum merapat ke AC Milan, dia pernah mengikuti kompetisi sepak bola di Italia ketika memperkuat Juventus pada selang 2015-2020.